Garap Film Pulau Plastik, Angga Dwimas Tak Pikirkan Keuntungan

Garap Film Pulau Plastik, Angga Dwimas Tak Pikirkan Keuntungan

Posted on

LirikLaguku.My.id – Angga Dwimas Sasongko selaku eksekutif produser Visinema Pictures membuat langkah berani menayangkan film Pulau Plastik di bioskop jaringan XXI dan CGV. Ini tentu sebuah langkah berani mengingat bioskop saat ini dihadapkan pada situasi cukup sulit usai terpukul oleh pandemi. Selain itu, film ini adalah dokumenter dengan pangsa pasar terbilang segmented.

Angga mengungkapkan dirinya pasrah apapun hasil perolehan penonton di bioskop nanti. Sebagai seorang produser ketika membuat film tentu ia ingin mencari keuntungan. Namun, berhubung film ini memiliki tujuan yang baik mensosialisasikan bahaya plastik ke masyarakat sekaligus membantu gerakan para aktivis lingkungan, ia tidak masalah apabila hasil dari film ini tidak terlalu menggembirakan.

“Namanya produser film sustainability penting tapi kan kita gak bikin satu film saja, ada film-film lain juga kita garap. Satu film support yang lain,” kata Angga Dwimas Sasongko saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (30/4).

Film Pulau Plastik bisa ditayangkan di bioskop saja sudah menjadi kegembiraan tersendiri bagi Angga dan tim. Sebab sebelumnya mereka sempat kurang percaya film ini akan tembus bioskop di tengah situasi sulit akibat pandemi.

“Cuma semangat teman-teman mengusahakan film ini masuk bioskop. Meskipun nggak seideal yang kami harapkan. Efek menonton sebuah visual di layar lebar tentu berbeda dari layar yang lebih kecil. Kita bisa merasakan problem utamanya apa, kita bisa merasakan problem plastik ini seberapa besar gitu,” tuturnya.

Film Pulau Plastik ditayangkan di bioskop di momen peringatan Hari Bumi ke-51. Film arahan sutradara Dandhy D. Laksono dan Rahung Nasution itu menggabungkan jurnalisme investigasi dan budaya populer untuk menghadirkan pendekatan baru menyoroti persoalan polusi sampah plastik yang masih menjadi PR besar di Indonesia. Berton-ton sampah dihasilkan setiap harinya yang ujungnya bermuara mencemari laut.

Film ini akan membawa penonton mengikuti perjalanan vokalis band rock Navicula asal Bali, Gede Robi dan ahli biologi dan penjaga sungai asal Jawa Barat, Prigi Arisandi. Keduanya tergerak oleh keresahan yang sama, yaitu polusi sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan dan minimnya kebijakan untuk mengatasi krisis tersebut.

Robi dan Prigi lantas berusaha mencari dan mengumpulkan bukti tentang sejauh mana masalah sampah plastik yang kini dihadapi oleh masyarakat. Mereka pun berkeliling Jawa, bertemu dengan pakar, aktivis, hingga melakukan penelitian termasuk pada diri mereka sendiri. Hal itu dilakukan atas dasar keingintahuan mereka yang tinggi akan dampak plastik terhadap lingkungan dan juga kesehatan masyarakat.

Kemudian di Jakarta, Robi dan Prigi bertemu dengan Tiza Mafira. Seorang pengacara muda yang mendedikasikan dirinya untuk melobi pejabat publik dan sektor swasta untuk mengubah kebijakan mereka tentang plastik sekali pakai.