Menilik Sisi Kelam dan Rapuh Sang Antagonis Eksentrik

Menilik Sisi Kelam dan Rapuh Sang Antagonis Eksentrik

Posted on

LirikLaguku.My.id – Disney kembali mengangkat kisah sosok antagonis kenamaan yang pernah menghiasi film-film kartun mereka terdahulu. Setelah sukses menghadirkan sisi lain dari Maleficent, penyihir jahat dalam film Sleeping Beauty, Disney kali ini mencoba mengajak penonton untuk menelisik lebih dalam salah satu karakter antagonis paling terkenal mereka: Cruella de Vil.

Menggandeng dua aktris watak kelas dunia Emma Stone dan Emma Thompson, Cruella mungkin merupakan salah satu film live action Disney yang paling nyentrik dan artistik. Cruella menceritakan tentang pergulatan hidup sosok yang kelak akan menjadi penjahat utama kisah kartun legendaris 101 Dalmatian tersebut.

Lahir ke dunia dengan nama Estella, Cruella kecil (Tipper Seifert-Cleveland) sudah dicap aneh oleh lingkungan lantaran warna rambutnya yang belang-belang hitam dan putih. Selain tidak normal secara penampilan, caranya memandang dunia pun berbeda dari orang-orang lain.

Hal ini akhirnya membuat ia kerap berbuat onar dan berkelahi dengan para perundung di sekolahnya. Sang ibu, Catherine (Emily Beecham) bahkan hanya bisa garuk-garuk kepala melihat kelakuan putrinya itu.

Di luar sifat bengalnya, Estella punya ketertarikan dan kecintaan yang luar biasa terhadap dunia fashion. Perspektifnya yang unik terhadap dunia membuat ia menjadi pribadi yang sangat kreatif dan penuh energi dalam menyalurkan ide-ide di kepalanya.

Awan gelap mulai menyelimuti kehidupan Estella setelah Catherine tewas dengan cara yang sangat tragis di tengah perjalanan mereka pindah ke London. Kematian sang ibu pun membuat Estella hilang arah, sebelum akhirnya bertemu dengan dua copet cilik bernama Jasper dan Horace. Demi bertahan hidup, Estella pun akhirnya menjadi pencuri bersama dua kawan barunya itu hingga ia beranjak dewasa menjadi seorang gadis cantik (Emma Stone).

Takdir kemudian mempertemukan Estella dengan seorang desainer kondang bernama Baroness von Hellman (Emma Thompson). Kekaguman Estella dengan karya-karya Baroness, dan ketertarikan Baroness dengan gaya desain Estella yang liar namun menawan akhirnya membuat keduanya saling cocok satu sama lain.

Bisa bekerja di bawah sosok yang sangat ia idolakan pun membuat Estella berpikir ia sudah menemukan titik balik dalam hidupnya yang penuh kesialan dan penolakan. Namun, ia tidak menyadari bahwa perjalanan hidup yang sesungguhnya justru baru saja dimulai.

Lewat berbagai kenyataan hidup yang sangat pahit, Estella akhirnya memutuskan untuk menjalani hidupnya sebagai Cruella, dan mengubur identitas Estella selama-lamanya.

Beragam gaya busana yang menawan di sepanjang film ini menjadi salah satu kekuatan utama Cruella di samping kualitas akting jempolan Emma Stone dan Emma Thompson. Penonton seakan dibawa masuk ke dalam pikiran gila Cruella lewat karya-karyanya yang out of the box.

Meski demikian, Cruella tidak melulu digambarkan sebagai insan yang brutal dalam film ini. Sisi rapuhnya sebagai seorang putri yang rindu akan kasih sayang dan hangatnya sentuhan keluarga juga sukses dieksekusi dengan baik.

Jalan cerita Cruella bisa dibilang cukup gelap untuk  ukuran film Disney. Namun, elemen-elemen humor khas Disney yang tetap dipertahankan membuat film ini tetap berada dalam jalurnya.

Film ini tentunya tidak akan lengkap tanpa kemunculan anjing Dalmatian. Meski fokus pada pengembangan karakter sosok Cruella, sutradara Craig Gillespie juga tidak melupakan benang merah bahwa Cruella adalah figur yang diciptakan untuk berseteru dengan anjing ras bermotif totol-totol tersebut.

Secara keseluruhan, Cruella adalah film yang menarik untuk disimak. Lewat Cruella, layaknya film Maleficent yang diperankan Angelina Jolie, Disney sekali lagi berhasil memberikan keadilan kepada sosok antagonis lewat sudut pandang yang sama sekali baru dan tidak terduga lewat cara yang eksentrik.